Kutai Kartanegara – Mahasiswa magang Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Program Studi Kehutanan mengikuti kegiatan Ground Check yang diselenggarakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IV di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur, pada 6–7 Juni 2026.
Kegiatan tersebut dilaksanakan di tiga kecamatan, yakni Muara Kaman, Sebulu, dan Tenggarong Seberang. Ground Check merupakan proses verifikasi lapangan untuk memastikan kesesuaian antara hasil interpretasi citra satelit dengan kondisi aktual di lapangan. Kegiatan ini meliputi pengambilan titik koordinat menggunakan Global Positioning System (GPS), observasi tutupan lahan, dokumentasi lapangan, serta pencatatan jenis vegetasi.
Melalui kegiatan ini, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam proses validasi data spasial dan memahami pentingnya survei lapangan untuk meningkatkan akurasi data penutupan lahan. Mereka juga mendapatkan kesempatan mengembangkan keterampilan dalam interpretasi citra, penggunaan GPS, serta teknik observasi lapangan yang menjadi bagian penting dalam pengelolaan sumber daya hutan.
Data hasil Ground Check memiliki peran strategis sebagai dasar penyusunan berbagai kebijakan di bidang kehutanan. Validasi lapangan yang akurat membantu memastikan kualitas informasi mengenai kondisi tutupan lahan sehingga dapat dimanfaatkan untuk pemantauan perubahan hutan, perencanaan pengelolaan kawasan, hingga penyusunan langkah-langkah mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim.
Kegiatan ini turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 13: Climate Action, karena berkontribusi dalam penyediaan data yang akurat untuk mendukung pengambilan kebijakan terkait perubahan iklim dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan.
Salah seorang mahasiswa magang, Oktaviani, mengatakan bahwa kegiatan Ground Check memberikan pengalaman berharga dalam memahami proses validasi data secara langsung di lapangan.
"Kegiatan Ground Check memberikan kami kesempatan untuk memahami secara langsung proses validasi data di lapangan sehingga kami dapat melihat pentingnya data yang akurat dalam mendukung upaya mitigasi perubahan iklim dan pengelolaan hutan yang berkelanjutan," ujarnya.
.jpg)