Samarinda– Mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) yang menjalani Mata Kuliah Praktik Kerja Profesi (MKPK) di Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IV mengikuti Praktik Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0 di Arboretum Sempaja Selatan, Kota Samarinda, pada 20–21 Juni 2026.
Kegiatan ini bertujuan meningkatkan kemampuan peserta dalam melaksanakan inventarisasi hutan secara sistematis menggunakan metode, prosedur, dan peralatan yang telah distandarkan. Pelaksanaannya mengacu pada Keputusan Direktur Jenderal Planologi Kehutanan Nomor 3 Tahun 2025 tentang Petunjuk Teknis Inventarisasi Hutan Nasional (IHN) 2.0.
Selama praktik, mahasiswa melakukan pengukuran pada klaster plot permanen menggunakan berbagai peralatan inventarisasi, seperti Haglöf Vertex untuk mengukur tinggi pohon, Laser Distance Meter (LDM) untuk mengukur jarak, GPS Map untuk menentukan koordinat lokasi, serta Kompas Tandem sebagai alat bantu orientasi di lapangan.
Seluruh hasil pengukuran kemudian diinput secara digital melalui aplikasi Collect Mobile, sehingga proses pencatatan data menjadi lebih cepat, efisien, dan akurat. Pemanfaatan teknologi tersebut juga memberikan pengalaman kepada mahasiswa mengenai pentingnya digitalisasi dalam mendukung kegiatan inventarisasi hutan.
Melalui praktik ini, mahasiswa tidak hanya mengasah keterampilan teknis dalam menggunakan berbagai instrumen inventarisasi, tetapi juga memahami bahwa data hutan yang akurat merupakan fondasi penting dalam penyusunan kebijakan, pemantauan kondisi hutan, serta perencanaan pengelolaan sumber daya hutan secara berkelanjutan.
Kegiatan Praktik IHN 2.0 turut mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 13: Climate Action melalui penyediaan data yang mendukung upaya mitigasi dan adaptasi terhadap perubahan iklim. Selain itu, kegiatan ini juga sejalan dengan SDGs Tujuan 15: Life on Land, karena menghasilkan informasi yang menjadi dasar perlindungan, pengelolaan, dan pelestarian ekosistem hutan secara berkelanjutan.
Salah seorang mahasiswa Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin, Nurhalizah, mengatakan bahwa praktik IHN 2.0 memberikan pengalaman berharga karena memperkenalkan secara langsung metode inventarisasi hutan yang diterapkan oleh BPKH Wilayah IV.
"Kegiatan ini membuat kami memahami bahwa inventarisasi hutan merupakan dasar dalam penyediaan data yang akurat mengenai kondisi sumber daya hutan. Data tersebut sangat penting sebagai acuan dalam perencanaan, pemantauan, dan pengelolaan hutan secara berkelanjutan. Selain itu, kami juga memperoleh pengalaman menggunakan berbagai peralatan inventarisasi dan aplikasi digital yang menjadi bekal penting ketika memasuki dunia kerja," ujarnya.