Kolaka Utara — Komunitas literasi Tenggara
Reading House (TRH) bersama sejumlah organisasi kemahasiswaan dan komunitas
kepemudaan menggelar kegiatan Lapak Baca dan Diskusi di kawasan Masjid Agung
Kolaka Utara, Kamis (30/7/2026). Kegiatan yang dimulai pukul 15.45 WITA itu menghadirkan
ruang baca terbuka bagi masyarakat sebagai upaya memperluas akses terhadap buku
sekaligus mendorong tumbuhnya budaya literasi di Kabupaten Kolaka Utara.
Puluhan
peserta yang terdiri atas mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum memadati area
rerumputan di sekitar kawasan masjid. Sejumlah buku dengan berbagai tema
disusun di atas tikar rerumputan sehingga dapat dibaca secara bebas oleh
pengunjung. Setelah sesi membaca, peserta mengikuti diskusi dan berbagi bacaan untuk
berbagi pandangan mengenai pentingnya literasi sebagai bagian dari pembelajaran
dan kehidupan bermasyarakat.
Kegiatan
tersebut melibatkan berbagai organisasi, antara lain Himpunan Mahasiswa Islam
(HMI) Majelis Penyelamat Organisasi (MPO) Cabang Kolaka Utara, Pergerakan
Mahasiswa Islam Indonesia (PMII) Cabang Kolaka Utara, Ikatan Mahasiswa
Muhammadiyah (IMM) Cabang Kolaka Utara, Himpunan Mahasiswa Pendidikan Guru
Sekolah Dasar Universitas Muhammadiyah Kolaka Utara (HIMAGURA UMKOTA), Ruang
Tengah (RT), serta komunitas literasi Lapak Ta dari Kabupaten Kolaka. Kehadiran
berbagai organisasi itu menunjukkan kolaborasi lintas komunitas dalam
penyelenggaraan kegiatan yang berfokus pada penguatan budaya membaca.
Founder
Tenggara Reading House, Akbar Pelayati, mengatakan kegiatan tersebut merupakan
bagian dari gerakan literasi yang diinisiasi komunitasnya untuk menghadirkan
ruang belajar yang lebih dekat dengan masyarakat. Menurutnya, literasi tidak
hanya berkaitan dengan kemampuan membaca dan menulis, tetapi juga menjadi
sarana membangun cara berpikir kritis serta memperkuat partisipasi masyarakat
dalam kehidupan sosial.
"Kami ingin menghadirkan ruang yang dapat diakses siapa saja untuk membaca, berdiskusi, dan bertukar gagasan. Literasi tumbuh ketika masyarakat memiliki kesempatan untuk belajar bersama dalam ruang yang terbuka," kata Akbar.
Ia
menjelaskan Tenggara Reading House mengusung slogan "Mekar Bersama
Literasi, Membangun Peradaban", yang menjadi landasan berbagai program
komunitas tersebut. Melalui slogan itu, TRH berupaya memperluas gerakan membaca
di kalangan mahasiswa, pelajar, dan masyarakat umum melalui kegiatan yang dapat
diikuti secara terbuka.
Selain
menyediakan koleksi buku melalui program Gerobak Baca, kegiatan juga dirancang
sebagai ruang interaksi antar komunitas. Penyelenggara berharap kolaborasi yang
terbangun dapat memperkuat jaringan pegiat literasi sekaligus membuka peluang
lahirnya berbagai kegiatan pendidikan berbasis masyarakat di Kolaka Utara.
Akbar
menambahkan ruang publik dipilih sebagai lokasi penyelenggaraan agar kegiatan
membaca dapat lebih mudah diakses masyarakat. Menurutnya, menghadirkan buku di
ruang terbuka merupakan salah satu cara mendekatkan literasi kepada publik
sekaligus mengajak masyarakat menjadikan membaca sebagai bagian dari aktivitas
sehari-hari.
"Kami berharap kegiatan seperti ini tidak berhenti pada satu kesempatan. Semakin banyak komunitas yang terlibat, semakin besar pula peluang tumbuhnya budaya membaca di Kolaka Utara," ujarnya.
Selama
kegiatan berlangsung, peserta terlihat membaca berbagai koleksi buku sebelum
bergabung dalam diskusi yang membahas pengalaman membaca, pentingnya akses
terhadap bahan bacaan, serta peran generasi muda dalam membangun budaya
literasi di daerah. Diskusi berlangsung secara terbuka dengan memberikan
kesempatan kepada peserta untuk menyampaikan pandangan dan bertukar pengalaman.
Penyelenggara menyatakan Lapak Baca dan Diskusi akan terus dikembangkan sebagai program kolaboratif yang melibatkan organisasi kemahasiswaan, komunitas literasi, dan masyarakat. Melalui kegiatan tersebut, mereka berharap ruang-ruang publik di Kolaka Utara dapat dimanfaatkan sebagai tempat belajar bersama sekaligus memperluas akses masyarakat terhadap pengetahuan.
(*)