Kutai Kartanegara – Mahasiswa magang Fakultas Kehutanan Universitas Hasanuddin (Unhas) Program Studi Kehutanan turut mengikuti kegiatan Tata Batas Kawasan Hutan yang dilaksanakan oleh Balai Pemantapan Kawasan Hutan (BPKH) Wilayah IV di Kabupaten Kutai Kartanegara, Kalimantan Timur.
Kegiatan ini bertujuan memberikan kepastian hukum mengenai letak, luas, dan status kawasan hutan, sekaligus meminimalkan potensi sengketa batas. Dalam pelaksanaannya, tim melakukan penelusuran jalur batas, pengambilan titik koordinat menggunakan Global Positioning System (GPS), pengecekan Pal Batas (PAL), penomoran PAL, serta pendokumentasian lapangan sebagai bahan penyusunan laporan.
Melalui kegiatan tersebut, mahasiswa memperoleh pengalaman langsung dalam proses survei dan penataan batas kawasan hutan bersama tim BPKH Wilayah IV. Mereka terlibat mulai dari pengecekan peralatan survei hingga verifikasi kesesuaian posisi batas dengan data spasial di lapangan.
Keterlibatan mahasiswa dalam kegiatan ini tidak hanya memperkaya pengalaman praktik di bidang kehutanan, tetapi juga memberikan pemahaman mengenai pentingnya penataan batas sebagai salah satu upaya menjaga kepastian hukum kawasan hutan. Penetapan batas yang jelas menjadi dasar dalam mendukung pengelolaan hutan yang tertib, mencegah konflik pemanfaatan lahan, serta mengurangi potensi perambahan kawasan hutan.
Kegiatan Tata Batas Kawasan Hutan ini juga sejalan dengan pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) Tujuan 15: Life on Land, yang berfokus pada perlindungan, pemulihan, dan pengelolaan ekosistem daratan secara berkelanjutan. Melalui penetapan batas kawasan hutan yang akurat, upaya konservasi dan pengelolaan sumber daya hutan dapat dilakukan secara lebih efektif.
Salah seorang mahasiswa magang, Natalia Putri, mengatakan bahwa kegiatan tersebut memberikan pengalaman yang sangat berharga dalam memahami proses penataan batas kawasan hutan secara langsung.
"Kegiatan ini menambah wawasan dan pengalaman kami dalam memahami proses tata batas kawasan hutan secara langsung serta pentingnya pengelolaan hutan yang berkelanjutan," ujarnya.