SELAMAT DATANG DI
DARKTENGGARA
PORTAL MEDIA NASIONAL
Mengungkap Fakta  •  Menerangi Kebenaran

Sidenreng Rappang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata (KKN) melaksanakan program kerja individu berupa sosialisasi dan pelatihan pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) berbahan dasar daun kelor di Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang. Kegiatan tersebut bertujuan memperkenalkan inovasi pertanian ramah lingkungan dengan memanfaatkan bahan-bahan lokal sebagai alternatif pupuk hayati.

Dalam kegiatan itu, peserta memperoleh materi mengenai pengertian, manfaat, proses pembuatan, hingga teknik pengaplikasian MOL pada berbagai jenis tanaman, khususnya padi. Setelah sesi pemaparan materi, kegiatan dilanjutkan dengan praktik pembuatan MOL agar peserta dapat memahami secara langsung setiap tahapan proses fermentasi.

Pelatihan tersebut mendapat sambutan positif dari masyarakat, terutama para petani. Antusiasme peserta terlihat dari keaktifan mereka mengikuti diskusi, mengajukan pertanyaan, hingga menyampaikan ketertarikan untuk memproduksi dan mengaplikasikan MOL secara mandiri di lahan pertanian masing-masing.

Kepala Desa Takkalasi memberikan apresiasi terhadap program yang diinisiasi mahasiswa KKN. Menurutnya, pemanfaatan bahan-bahan lokal seperti daun kelor memiliki potensi besar untuk mendukung pertanian yang lebih berkelanjutan sekaligus membuka peluang ekonomi baru bagi masyarakat desa.

"Kami sangat mengapresiasi program kerja ini. Apabila setelah dilakukan uji coba hasilnya terbukti baik dan memberikan manfaat bagi petani, kami berharap program ini tidak berhenti sampai di sini. Program ini layak untuk dikembangkan secara berkelanjutan, bahkan dapat diarahkan menjadi sebuah UMKM desa yang memproduksi MOL. Dengan demikian, selain membantu petani memperoleh produk yang lebih terjangkau, program ini juga dapat meningkatkan kualitas sumber daya manusia (SDM), membuka peluang usaha baru, serta memberikan nilai ekonomi bagi masyarakat Desa Takkalasi," ujar Kepala Desa.

Sementara itu, mahasiswa KKN selaku pelaksana kegiatan berharap pengetahuan yang telah dibagikan dapat diterapkan secara berkelanjutan oleh masyarakat. Penerapan MOL dinilai mampu menjadi langkah awal dalam menciptakan sistem pertanian yang lebih produktif, efisien, dan ramah lingkungan.

Selain mendukung peningkatan hasil pertanian, keberlanjutan program ini diharapkan dapat menjadi inovasi desa dalam memperkuat ketahanan pangan sekaligus mendorong pemberdayaan ekonomi masyarakat melalui pengembangan produk berbasis Mikroorganisme Lokal.

Melalui kolaborasi antara pemerintah desa, petani, dan masyarakat, program pembuatan MOL diharapkan tidak hanya menjadi kegiatan edukatif, tetapi juga berkembang menjadi produk unggulan desa yang memiliki nilai tambah ekonomi serta menjadi contoh penerapan teknologi tepat guna di sektor pertanian.