Sidenreng Rappang – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program edukasi DAGUSIBU (Dapatkan, Gunakan, Simpan, dan Buang Obat dengan Benar) di Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program ini merupakan bagian dari upaya mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera (Good Health and Well-being).
Program tersebut dilaksanakan berdasarkan hasil observasi lapangan yang menunjukkan bahwa Desa Cenrana belum memiliki apotek, sementara akses menuju apotek terdekat relatif jauh. Kondisi ini menyebabkan sebagian masyarakat lebih sering memperoleh obat dari kios atau warung, sehingga diperlukan edukasi mengenai cara memperoleh, menggunakan, menyimpan, dan membuang obat secara benar.
Penanggung jawab program kerja, Nur Qadriani Ramadani Iqbal, mengatakan bahwa kegiatan ini bertujuan meningkatkan pemahaman masyarakat terkait pengelolaan obat yang aman dan tepat.
"Berdasarkan hasil observasi kami, Desa Cenrana belum memiliki apotek dan akses menuju apotek cukup jauh sehingga masyarakat lebih sering membeli obat di kios. Melalui kegiatan ini, kami ingin memberikan edukasi agar masyarakat memahami pentingnya memperoleh obat dari tempat resmi, menggunakannya sesuai aturan, menyimpannya dengan benar, serta membuang obat yang telah kedaluwarsa atau tidak terpakai secara tepat," ujarnya.
Pelaksanaan program berlangsung dalam dua tahap. Tahap pertama berupa penyuluhan yang dilaksanakan di Posyandu Dusun I Pakkalasoe pada Jumat, 17 Juli 2026. Kegiatan ini dikemas dalam bentuk penyampaian materi yang disertai diskusi interaktif sehingga masyarakat dapat bertanya langsung mengenai berbagai persoalan yang sering ditemui dalam penggunaan obat sehari-hari.
Selanjutnya, pada Minggu, 26 Juli 2026, mahasiswa melaksanakan tahap kedua melalui kunjungan langsung ke kios dan warung yang menjual obat bebas. Dalam kegiatan tersebut, mahasiswa membagikan sekaligus memasang pamflet edukasi DAGUSIBU serta memberikan pendampingan kepada para pemilik kios mengenai pentingnya memeriksa kondisi kemasan, masa kedaluwarsa, dan cara penyimpanan obat yang sesuai standar.
Kegiatan ini mendapat sambutan positif dari masyarakat. Salah seorang pemilik kios, Hasnawati, mengaku memperoleh pengetahuan baru mengenai tata cara penyimpanan obat yang benar.
"Selama ini saya menyimpan semua jenis obat dalam satu wadah tanpa memperhatikan tanggal kedaluwarsa. Setelah mengikuti penyuluhan ini, saya memahami bahwa penyimpanan yang tidak tepat dapat memengaruhi mutu dan keamanan obat," ungkapnya.
Pemilik kios lainnya juga menilai pamflet yang dipasang dapat menjadi pengingat, baik bagi penjual maupun pembeli, untuk lebih memperhatikan penggunaan obat secara bijak dan aman.
Melalui program edukasi DAGUSIBU ini, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap masyarakat Desa Cenrana semakin memahami pentingnya pengelolaan obat yang benar di lingkungan keluarga. Dengan meningkatnya pengetahuan masyarakat, risiko kesalahan penggunaan obat diharapkan dapat diminimalkan sehingga kesehatan masyarakat dapat terjaga dengan lebih baik.