Sidenreng Rappang – Kesehatan gigi dan mulut masih menjadi salah satu tantangan kesehatan masyarakat di Indonesia, terutama pada anak usia sekolah. Berdasarkan Survei Kesehatan Indonesia (SKI) 2023, prevalensi karies gigi secara nasional mencapai 82,8 persen. Angka tersebut bahkan lebih tinggi pada kelompok anak usia 5–9 tahun, yakni mencapai 84,8 persen. Data ini menunjukkan bahwa sebagian besar anak Indonesia masih mengalami masalah gigi yang sebenarnya dapat dicegah melalui edukasi serta pembiasaan menyikat gigi dengan teknik yang benar.
Sebagai upaya meningkatkan kesadaran sejak usia dini, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program GEMAS (Gerakan Menyikat Gigi Sehat) di Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang. Program ini mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin ke-3, yaitu Good Health and Well-being, serta poin ke-4, yaitu Quality Education.
Program GEMAS dilaksanakan dalam dua pertemuan, yakni pada Sabtu, 18 Juli 2026, dan Sabtu, 25 Juli 2026, dengan melibatkan seluruh siswa UPT SD Negeri 5 Bilokka.
Pada pertemuan pertama, mahasiswa memberikan edukasi mengenai pentingnya menjaga kesehatan gigi dan mulut, penyebab terjadinya karies gigi, serta teknik menyikat gigi yang baik dan benar. Penyampaian materi dikemas secara interaktif sehingga siswa tampak antusias mengikuti kegiatan, aktif menjawab pertanyaan, dan berdiskusi bersama mahasiswa.
Penanggung jawab program, Qeisya Nabila Utami Atja, menjelaskan bahwa kegiatan ini dirancang tidak hanya untuk menambah pengetahuan siswa, tetapi juga membangun kebiasaan hidup sehat sejak dini.
"Program GEMAS disusun untuk meningkatkan pemahaman mengenai kesehatan gigi dan mulut pada anak usia sekolah dasar. Kami mengombinasikan penyampaian materi dengan praktik menyikat gigi agar siswa tidak hanya memahami teori, tetapi juga mampu menerapkannya dengan benar dalam kehidupan sehari-hari," ujarnya.
Kegiatan dilanjutkan pada pertemuan kedua dengan praktik menyikat gigi bersama yang didampingi secara langsung oleh mahasiswa KKN-PK. Dalam sesi ini, siswa mempraktikkan teknik menyikat gigi yang telah dipelajari, sementara mahasiswa memberikan pendampingan dan koreksi apabila masih terdapat gerakan yang kurang tepat.
Salah seorang siswa UPT SD Negeri 5 Bilokka, Najwa, mengaku senang mengikuti kegiatan tersebut karena memperoleh pengetahuan baru mengenai cara menyikat gigi yang benar.
"Saya sangat senang dengan kegiatan ini. Saya jadi tahu cara menyikat gigi yang benar," ungkapnya.
Melalui program GEMAS, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap siswa dapat membiasakan diri menjaga kebersihan gigi dan mulut dengan menyikat gigi secara benar dan rutin. Kebiasaan tersebut diharapkan mampu menurunkan risiko terjadinya karies gigi sekaligus menanamkan perilaku hidup bersih dan sehat sejak usia dini sebagai bekal untuk mewujudkan generasi yang lebih sehat di masa depan.