Sidenreng Rappang – Verbal bullying masih menjadi salah satu persoalan yang kerap terjadi di lingkungan sekolah dasar. Ejekan, pemberian julukan negatif, hingga penggunaan kata-kata kasar sering kali dianggap sebagai candaan, padahal perilaku tersebut dapat berdampak pada kondisi psikologis dan kepercayaan diri anak. Berangkat dari kondisi tersebut, Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan program kerja individu BERMAKNA (Jaga Lisan, Tumbuhkan Kebaikan): Psikoedukasi Pencegahan Verbal Bullying di UPT SD Negeri 5 Bilokka, Desa Cenrana, Kecamatan Panca Lautang, Kabupaten Sidenreng Rappang.

Program ini disusun berdasarkan hasil observasi selama pelaksanaan KKN yang menunjukkan bahwa sebagian siswa masih sering menggunakan ejekan, julukan negatif, dan perkataan kasar dalam interaksi sehari-hari. Selain itu, sebagian besar siswa belum memahami bahwa perilaku tersebut merupakan bentuk verbal bullying. Kondisi tersebut menjadi dasar pelaksanaan psikoedukasi untuk menumbuhkan kesadaran pentingnya membangun komunikasi yang positif dan saling menghargai sejak usia dini.

Kegiatan dilaksanakan dalam dua pertemuan, yaitu pada Senin, 20 Juli 2026, dan Senin, 27 Juli 2026. Program dikemas melalui metode psikoedukasi yang dipadukan dengan permainan edukatif agar materi lebih mudah dipahami sekaligus meningkatkan keterlibatan siswa selama kegiatan berlangsung.

Pada pertemuan pertama, mahasiswa mengawali kegiatan dengan pelaksanaan pre-test untuk mengetahui tingkat pemahaman awal siswa mengenai verbal bullying. Selanjutnya, mahasiswa menyampaikan materi tentang pengertian, bentuk-bentuk verbal bullying, dampak yang ditimbulkan terhadap korban, serta langkah-langkah pencegahannya.

Sementara itu, pada pertemuan kedua, siswa mengikuti berbagai permainan edukatif, seperti Red/Green Mission dan Ubah!, yang dirancang untuk melatih kemampuan mereka dalam membedakan perkataan yang menyakitkan dengan komunikasi yang lebih positif. Kegiatan kemudian ditutup dengan post-test sebagai evaluasi terhadap peningkatan pemahaman siswa setelah mengikuti rangkaian psikoedukasi.

Penanggung jawab program, Zhafarina Marzani Izzati, mengatakan bahwa program BERMAKNA bertujuan menanamkan kesadaran kepada siswa bahwa setiap ucapan memiliki dampak terhadap orang lain.

"Melalui program BERMAKNA, saya berharap siswa dapat memahami bahwa setiap ucapan memiliki dampak terhadap orang lain. Dengan membiasakan menggunakan kata-kata yang positif sejak dini, diharapkan tercipta lingkungan pertemanan yang lebih sehat, aman, dan saling menghargai," ujarnya.

Program ini mendapat respons positif dari para siswa. Mereka terlihat antusias mengikuti setiap rangkaian kegiatan, aktif berdiskusi, serta berani menyampaikan pendapat selama proses pembelajaran berlangsung.

Salah seorang siswa mengaku memperoleh pemahaman baru mengenai verbal bullying setelah mengikuti kegiatan tersebut.

"Sebelumnya saya sudah pernah dengar tentang bullying, tapi baru kali ini dijelaskan tentang verbal bullying. Sekarang saya jadi lebih paham dan akan lebih hati-hati kalau berbicara dengan teman," ungkapnya.

Melalui program BERMAKNA, mahasiswa KKN-PK Angkatan 69 Universitas Hasanuddin berharap siswa mampu membiasakan penggunaan bahasa yang santun dan saling menghargai dalam kehidupan sehari-hari. Kebiasaan tersebut diharapkan dapat menciptakan lingkungan sekolah yang aman, nyaman, dan inklusif, sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs), khususnya Tujuan 4, yaitu Quality Education, melalui penguatan lingkungan belajar yang bebas dari verbal bullying.