Makassar, Darktenggara.com – Komunitas Makassar Punya Cerita (MPC) menggelar pelatihan bertajuk Kelas Menulis secara daring melalui Zoom pada Senin (27/7/2026). Kegiatan perdana tersebut mengangkat tema "Menemukan Ide dan Teknik Dasar Menulis" dan diikuti oleh peserta dari berbagai daerah di Indonesia.
Kegiatan ini menghadirkan Nur Akidah Tahir, alumni Universitas Islam Negeri (UIN) Alauddin Makassar, sebagai narasumber. Sementara jalannya diskusi dipandu oleh moderator Aliya Sagita Putri.
Dalam pemaparannya, Nur Akidah
menyampaikan bahwa kemampuan menulis bukan hanya ditentukan oleh bakat, tetapi
juga dapat dibangun melalui latihan dan kebiasaan. Menurutnya, setiap orang
memiliki cerita yang layak untuk dituliskan.
"Semua
orang memiliki cerita. Yang membedakan adalah siapa yang memilih untuk
menuliskannya. Jadi jangan pernah merasa tidak berbakat sebelum benar-benar
mencoba menulis," ujar Nur Akidah.
Ia mengajak
peserta untuk mengubah cara pandang terhadap menulis sebagai proses
menyampaikan gagasan, berbagi pengalaman, hingga memberikan manfaat kepada
pembaca.
Pada sesi
materi, peserta diperkenalkan dengan Teknik OMPK,
yaitu metode menemukan ide melalui Observasi, Masalah,
Pengalaman, dan Keunikan. Selain itu, peserta juga mempelajari Teknik 5 Why, yakni menggali sebuah
persoalan dengan mengajukan pertanyaan "mengapa" secara berulang
untuk menemukan akar permasalahan dan mengembangkan sudut pandang tulisan.
"Kalau
merasa tidak punya ide, jangan berhenti. Teruslah bertanya 'mengapa'. Dari pertanyaan-pertanyaan
sederhana itulah sering lahir tulisan yang lebih dalam dan bermakna,"
katanya.
Narasumber juga
menekankan pentingnya membedakan proses menulis dan mengedit. Menurutnya,
penulis pemula sebaiknya menuangkan seluruh gagasan terlebih dahulu tanpa takut
hasilnya belum sempurna, kemudian melakukan penyuntingan setelah draf selesai.
"Jangan
mengedit saat sedang menulis. Selesaikan dulu seluruh ide yang ada di kepala,
baru setelah itu diperbaiki. Tulisan pertama tidak harus sempurna, yang penting
selesai," jelasnya.
Selain itu,
peserta dibekali materi mengenai pentingnya mengenali target pembaca, menyusun
kerangka tulisan (outline), serta menghindari sejumlah
kesalahan yang umum dilakukan penulis pemula.
Pelatihan
berlangsung interaktif dengan sesi diskusi dan latihan singkat menulis
berdasarkan pengalaman pribadi peserta. Kehadiran peserta dari berbagai daerah
menjadikan kelas ini sebagai ruang berbagi pengalaman dan perspektif yang
beragam dalam dunia kepenulisan.
Melalui program Kelas Menulis, Makassar Punya Cerita berharap dapat mendorong tumbuhnya budaya literasi sekaligus meningkatkan kemampuan menulis masyarakat, khususnya generasi muda. Program ini direncanakan akan berlanjut dengan materi-materi kepenulisan lainnya sebagai bagian dari upaya membangun ekosistem literasi yang lebih luas.
(Idil Akbar Ansar)
