Sidrap, Darktenggara.com – Semangat kebersamaan, kolaborasi, dan inovasi mewarnai pelaksanaan Seminar Program Kerja KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin yang diselenggarakan di Aula Kantor Desa Takkalasi, Kecamatan Maritengngae, Kabupaten Sidenreng Rappang, Kamis (16/07/2026).

Kegiatan ini menjadi langkah awal mahasiswa dalam membangun sinergi bersama pemerintah desa dan masyarakat melalui program-program yang dirancang berdasarkan hasil observasi lapangan dan kebutuhan nyata Desa Takkalasi.

Seminar dihadiri oleh Pemerintah Desa Takkalasi, Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) Universitas Hasanuddin yang mengikuti kegiatan secara daring, Badan Permusyawaratan Desa (BPD), Babinsa, tenaga kesehatan, para kepala dusun, Gapoktan, kelompok tani, tokoh agama, tokoh masyarakat, tokoh pemuda, serta berbagai unsur masyarakat Desa Takkalasi. Kehadiran berbagai elemen tersebut mencerminkan komitmen bersama dalam mendukung pelaksanaan KKN sebagai wadah kolaborasi antara perguruan tinggi dan masyarakat untuk membangun desa.

Rangkaian kegiatan diawali dengan laporan Koordinator Desa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin, dilanjutkan sambutan Dosen Pendamping Kegiatan secara daring, sambutan Kepala Desa Takkalasi, serta pembukaan seminar. Memasuki sesi inti, mahasiswa memaparkan program kerja yang akan dilaksanakan selama masa KKN, disertai diskusi interaktif yang membuka ruang bagi peserta untuk memberikan masukan, saran, serta pandangan terhadap setiap program yang telah disusun.

Dalam sambutannya secara daring, Dosen Pendamping Kegiatan (DPK) menegaskan bahwa pelaksanaan Kuliah Kerja Nyata merupakan implementasi nyata dari Tri Dharma Perguruan Tinggi, yang meliputi pendidikan dan pengajaran, penelitian, serta pengabdian kepada masyarakat. Menurutnya, KKN menjadi ruang belajar yang mempertemukan mahasiswa dengan realitas kehidupan masyarakat sehingga ilmu yang diperoleh di bangku kuliah dapat diterapkan secara langsung dalam menjawab berbagai tantangan pembangunan desa.

"KKN merupakan salah satu bentuk implementasi Tri Dharma Perguruan Tinggi, khususnya pengabdian kepada masyarakat, yang dipadukan dengan proses pendidikan dan pembelajaran di lapangan. Melalui KKN, mahasiswa tidak hanya hadir untuk melaksanakan program kerja, tetapi juga belajar memahami karakteristik masyarakat, mengidentifikasi potensi desa, serta mengenali berbagai persoalan yang dihadapi. Oleh karena itu, program-program yang dipaparkan hari ini bukanlah sekadar gagasan mahasiswa, melainkan lahir dari proses observasi, diskusi, dan komunikasi yang dibangun bersama pemerintah desa serta masyarakat. Harapannya, seluruh program tersebut benar-benar menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengoptimalkan potensi yang dimiliki Desa Takkalasi," jelasnya.
Beliau juga berharap seluruh program yang telah dirancang dapat dilaksanakan melalui semangat kolaborasi antara mahasiswa, pemerintah desa, dan masyarakat sehingga manfaatnya dapat dirasakan secara nyata serta berkelanjutan.

Program kerja yang dipresentasikan merupakan hasil observasi lapangan, pengumpulan data, dan sharing session bersama pemerintah desa maupun masyarakat sejak mahasiswa tiba di Desa Takkalasi pada 7 Juli 2026. Pendekatan tersebut dilakukan agar setiap program yang dirancang tidak hanya selaras dengan tema Inovasi Desa, tetapi juga mampu menjawab kebutuhan masyarakat sekaligus mengembangkan potensi yang dimiliki Desa Takkalasi.

Melalui seminar ini, mahasiswa memperkenalkan delapan program kerja yang berfokus pada empat sektor utama pembangunan desa, yakni pertanian, pendidikan, kesehatan, dan lingkungan. Pada sektor pertanian, mahasiswa menghadirkan program Analisis Usaha Tani Berbasis Data sebagai Dasar Pengembangan Sektor Pertanian Desa Takkalasi, Mapping Kelompok Tani Takkalasi: untuk Petani yang Lebih Maju, serta Sosialisasi dan Pelatihan Pembuatan Mikroorganisme Lokal (MOL) sebagai upaya mendukung penguatan sektor pertanian berbasis data dan pemanfaatan sumber daya lokal. Di bidang pendidikan, mahasiswa menginisiasi program Membangun Kemampuan Public Speaking pada Usia Dini di Desa Takkalasi dan Edukasi Pencegahan Cyberbullying pada Usia Dini di Desa Takkalasi guna meningkatkan kepercayaan diri sekaligus membangun kesadaran dalam menggunakan media digital secara bijak. Sementara pada bidang kesehatan, mahasiswa menghadirkan program GEMARI (Gemar Makan Ikan) untuk Mencegah Stunting sebagai bentuk edukasi pentingnya pemenuhan gizi bagi anak. Adapun pada bidang lingkungan, mahasiswa menawarkan program Pemanfaatan Limbah Kulit Jagung melalui Pembuatan Kertas Daur Ulang serta program kerja bersama berupa Edukasi dan Pembuatan Tempat Pembakaran Sampah Minim Asap sebagai salah satu solusi terhadap pengelolaan sampah rumah tangga di Desa Takkalasi.

Seluruh program yang dipresentasikan memperoleh sambutan positif dari pemerintah desa maupun masyarakat. Berbagai masukan dan saran disampaikan secara konstruktif agar pelaksanaan program nantinya semakin tepat sasaran dan mampu memberikan manfaat yang berkelanjutan bagi masyarakat.
Dalam sambutannya, Kepala Desa Takkalasi menyampaikan apresiasi kepada mahasiswa KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin atas proses penyusunan program kerja yang mengedepankan observasi dan dialog bersama masyarakat.

 "Kami mengapresiasi anak-anak Mahasiswa KKN Tematik Gelombang 116 Universitas Hasanuddin karena sebelum menyusun program kerja, terlebih dahulu melakukan observasi dan berdiskusi dengan masyarakat. Artinya, program yang ditawarkan bukan sekadar ide, tetapi lahir dari kebutuhan yang ada di Desa Takkalasi. Kami berharap seluruh program ini dapat terlaksana dengan baik dan memberikan manfaat yang nyata bagi masyarakat," ungkapnya.

Seminar berlangsung dalam suasana yang hangat, komunikatif, dan penuh semangat kebersamaan. Antusiasme peserta terlihat dari berbagai tanggapan yang disampaikan oleh pemerintah desa, Gapoktan, kelompok tani, tokoh masyarakat, serta unsur lainnya. Forum ini menjadi bukti bahwa pembangunan desa yang berkelanjutan tidak hanya memerlukan inovasi, tetapi juga kolaborasi, partisipasi, dan komitmen bersama.

Melalui semangat "Merajut Kolaborasi, Menumbuhkan Inovasi," KKN Tematik Inovasi Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin berkomitmen menghadirkan pengabdian yang berorientasi pada kebutuhan masyarakat. Sinergi antara perguruan tinggi, pemerintah desa, dan masyarakat diharapkan mampu melahirkan inovasi yang berdampak nyata, memperkuat potensi lokal, serta menjadi fondasi dalam mewujudkan Desa Takkalasi yang semakin maju, mandiri, dan berkelanjutan.