Maros – Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Tematik Pemberdayaan Desa Gelombang 116 Universitas Hasanuddin sukses melaksanakan program kerja "Peningkatan Pemahaman Keuangan dan Pelatihan Pencatatan Keuangan Sederhana UMKM". Kegiatan ini merupakan salah satu bentuk pemberdayaan masyarakat yang bertujuan meningkatkan kemampuan pelaku Usaha Mikro, Kecil, dan Menengah (UMKM) dalam mengelola keuangan usaha secara sederhana, efektif, dan berkelanjutan.
Kegiatan yang dilaksanakan pada 27, 28, dan 29 Juli 2026 ini berlangsung di beberapa titik UMKM yang berada di Desa Tenrigangkae, Kecamatan Mandai, Kabupaten Maros, Sulawesi Selatan. Program kerja ini dilaksanakan oleh Wandhy Wisan, mahasiswa Program Studi Akuntansi, Fakultas Ekonomi dan Bisnis, Universitas Hasanuddin, melalui pendekatan pendampingan secara langsung kepada para pelaku UMKM di lokasi usaha masing-masing.
Program ini diikuti oleh sejumlah pelaku UMKM yang ada di Desa Tenrigangkae. Pelaksanaan kegiatan dilakukan secara door to door sehingga materi yang diberikan dapat disesuaikan dengan kondisi dan kebutuhan masing-masing pelaku usaha. Pendekatan ini juga memberikan ruang untuk berdiskusi secara langsung mengenai kendala yang dihadapi oleh para pelaku UMKM dalam mengelola keuangan usahanya.
Kegiatan ini diinisiasi sebagai upaya meningkatkan literasi keuangan masyarakat, khususnya pelaku UMKM yang selama ini masih menjalankan usahanya tanpa melakukan pencatatan keuangan. Padahal, pencatatan keuangan yang sederhana menjadi salah satu aspek penting dalam mengetahui kondisi usaha, menghitung keuntungan, mengendalikan pengeluaran, serta menjadi dasar dalam mengambil keputusan bisnis.
Pelatihan berlangsung secara interaktif dengan memadukan penyampaian materi dan praktik langsung. Dalam kegiatan ini, para pelaku UMKM diberikan edukasi mengenai pentingnya memisahkan keuangan pribadi dan keuangan usaha hingga cara mencatat transaksi pemasukan dan pengeluaran harian. Para pelaku UMKM juga didampingi untuk mempraktikkan pencatatan keuangan berdasarkan transaksi yang terjadi pada usaha mereka masing-masing, sehingga materi yang diberikan lebih mudah dipahami dan diterapkan.
Selama kegiatan berlangsung, para pelaku UMKM menunjukkan antusiasme yang tinggi. Mereka aktif berdiskusi, mengajukan berbagai pertanyaan terkait pengelolaan keuangan usaha, serta berbagi pengalaman mengenai tantangan yang dihadapi dalam menjalankan usahanya. Pendampingan secara langsung ini diharapkan mampu meningkatkan pemahaman para pelaku UMKM sehingga pencatatan keuangan dapat menjadi kebiasaan dalam menjalankan usaha sehari-hari sehingga mampu mengelola usahanya dengan lebih baik, meningkatkan daya saing, serta mendukung pertumbuhan sektor UMKM sebagai salah satu penggerak perekonomian desa.