Bone — Upaya memperkuat pengelolaan irigasi pertanian di Kabupaten Bone mendapat dukungan melalui penandatanganan Letter of Agreement (LoA) antara Unit Kegiatan Mahasiswa Keilmuan dan Penalaran Ilmiah (UKM KPI) Universitas Hasanuddin (Unhas) dan Dinas Sumber Daya Air dan Bina Konstruksi (SDABK) Kabupaten Bone. Penandatanganan berlangsung di Hotel Novena, Watampone, Kamis (30/7).
LoA ditandatangani oleh Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, dan Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, S.T., M.Si., sebagai landasan pelaksanaan kolaborasi dalam mendukung pengelolaan irigasi yang lebih efektif, efisien, dan berkelanjutan melalui program Mannennungeng: Smart Hydro Loop yang dikembangkan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas di Desa Kajaolaliddong, Kabupaten Bone.
Kerja sama tersebut merupakan tindak lanjut dari Nota Kesepahaman (Memorandum of Understanding atau MoU) antara Pemerintah Kabupaten Bone dan Universitas Hasanuddin yang telah ditandatangani pada 20 Oktober 2025. Melalui LoA ini, kedua belah pihak berkomitmen memperkuat sinergi dalam pengembangan sistem irigasi, peningkatan efisiensi penggunaan air, penguatan kelembagaan Perkumpulan Petani Pemakai Air (P3A/GP3A), serta peningkatan kualitas infrastruktur pendukung sektor pertanian.
Kepala Dinas SDABK Kabupaten Bone, Kasdar, S.T., M.Si., mengatakan kolaborasi tersebut sejalan dengan agenda pemerintah daerah dalam meningkatkan tata kelola sumber daya air guna mendukung produktivitas pertanian.
"Kami menyambut baik kolaborasi dengan UKM KPI Unhas. Kerja sama ini sejalan dengan upaya kami dalam mengoptimalkan pengelolaan jaringan irigasi dan ketahanan air di sektor pertanian. Kami berharap program Mannennungeng dapat memberikan manfaat nyata bagi petani di Kabupaten Bone, khususnya dalam hal efisiensi penggunaan air dan peningkatan produktivitas," ujarnya.
Sebagai bentuk dukungan terhadap pelaksanaan program, Dinas SDABK Kabupaten Bone akan memberikan fasilitasi teknis, supervisi kegiatan, pendampingan pengelolaan jaringan irigasi desa, serta penguatan tata kelola kelembagaan petani pengguna air. Pendampingan juga mencakup implementasi teknologi penghematan air yang dikembangkan Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas.
Ketua Umum UKM KPI Unhas, Aydil Fitra Mulya, menilai penandatanganan LoA menjadi langkah strategis agar inovasi yang dikembangkan mahasiswa dapat diterapkan secara berkelanjutan bersama pemerintah daerah.
"Kami sangat bersyukur atas kepercayaan Dinas SDABK Bone. LoA ini bukan sekadar dokumen administratif, tetapi komitmen bersama untuk mewujudkan pertanian yang efisien, berkelanjutan, dan berdampak nyata bagi petani di Bone. Kami berharap kerja sama ini menjadi model kolaborasi antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah dalam pengembangan pertanian cerdas," katanya.
Ketua Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas 2026, Fadel Muhammad S., menjelaskan bahwa kerja sama tersebut lahir melalui serangkaian diskusi, pemetaan kebutuhan lapangan, serta pemaparan konsep inovasi kepada Dinas SDABK Kabupaten Bone.
"Kami memaparkan hasil identifikasi lapangan, potensi efisiensi air, hingga rencana implementasi teknologi Uwai Tuo Mannennungeng. Alhamdulillah, Dinas SDABK Bone merespons positif karena program ini selaras dengan agenda strategis mereka. Kami bersyukur kerja sama ini tidak hanya menghasilkan LoA, tetapi juga komitmen untuk mengintegrasikan teknologi kami ke dalam program Jaringan Irigasi Air Tanah (JIAT) yang telah berjalan," ujarnya.
Sementara itu, Dosen Pendamping Tim PPK Ormawa UKM KPI Unhas, Muh. Adnan Kasogi, S.Sos., M.Si., menegaskan bahwa kemitraan antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan faktor penting dalam menjaga keberlanjutan program pemberdayaan masyarakat.
"Kerja sama antara perguruan tinggi dan pemerintah daerah merupakan kunci keberhasilan program pemberdayaan masyarakat. Kami berharap LoA ini menjadi fondasi yang kuat untuk mendukung kemandirian petani serta memastikan keberlanjutan program setelah masa pendampingan berakhir," tuturnya.
Melalui penandatanganan LoA tersebut, UKM KPI Universitas Hasanuddin dan Dinas SDABK Kabupaten Bone berharap kolaborasi dalam pengembangan inovasi irigasi tidak hanya berhenti pada tahap riset dan pendampingan, tetapi juga menjadi bagian dari penguatan kebijakan serta pengelolaan sumber daya air yang berkelanjutan demi mendukung ketahanan pangan di Kabupaten Bone.