Kolaka Utara , Darktenggara.com — Semangat kemerdekaan di Desa Gula Merah Bukit Baru, Kecamatan Batu Putih, Kabupaten Kolaka Utara, tidak hanya terasa pada 17 Agustus 2026.
Sejak 10 Agustus, masyarakat dari lima dusun telah menyemarakkan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia melalui berbagai perlombaan dan kegiatan bersama.
Anak-anak, pemuda, orang tua, hingga tokoh masyarakat turut mengambil bagian dalam rangkaian kegiatan tersebut. Berbagai perlombaan menjadi ruang bagi warga untuk berkumpul, bersilaturahmi, membangun sportivitas, sekaligus mempererat hubungan antardusun.
Bagi masyarakat Desa Gula Merah Bukit Baru, rangkaian kegiatan itu bukan sekadar hiburan. Ada semangat kebersamaan yang tumbuh dan menguat dari hari ke hari.
Lapangan desa yang biasanya menjadi ruang aktivitas warga berubah menjadi tempat bertemunya masyarakat dari berbagai usia dan latar belakang. Tawa, semangat persaingan sehat, dan dukungan antar peserta mewarnai perayaan kemerdekaan selama sepekan.
Namun, seluruh semangat itu akhirnya bermuara pada satu momentum penting.
17 Agustus, Sejarah Baru Desa Gula Merah
Senin, 17 Agustus 2026, menjadi hari bersejarah bagi masyarakat Desa Gula Merah Bukit Baru.
Untuk pertama kalinya sejak ditetapkan sebagai desa definitif pada 2007, masyarakat Desa Bukit Baru melaksanakan upacara peringatan HUT ke-81 Kemerdekaan Republik Indonesia secara bersama-sama di tingkat desa.
Upacara digelar di lapangan SD Negeri 8 Batu Putih dan berlangsung khidmat serta tertib. Lebih dari seratus masyarakat hadir, mulai dari pemerintah desa, tokoh masyarakat, pemuda, pelajar, petani, hingga berbagai unsur masyarakat lainnya.
Mereka berdiri bersama di bawah kibaran Sang Merah Putih, membawa semangat yang sama sebagai warga negara Indonesia.
Bagi sebagian orang, upacara tersebut mungkin terlihat sederhana. Namun bagi masyarakat Bukit Baru, momentum itu memiliki makna yang jauh lebih besar.
Setelah hampir dua dekade menjadi desa definitif, untuk pertama kalinya masyarakat dari berbagai dusun berkumpul dalam satu upacara kemerdekaan di tingkat desa.
“Jangan Pernah Minder Tinggal di Desa”
Dalam amanatnya, Kepala Desa Bukit Baru, Mustamin, S.IP., menyampaikan pesan kepada masyarakat, khususnya generasi muda, agar tidak pernah merasa rendah diri karena tinggal di desa.
“Desa Bukit Baru memang jauh dari hiruk-pikuk kota, jauh dari keramaian kota. Tetapi itu tidak menghalangi kita untuk terus berbuat bagi negara yang kita cintai.”
Ia juga mengingatkan generasi muda agar bangga menjadi anak desa dan terus memiliki cita-cita yang tinggi.
“Jangan pernah merasa minder dan jangan pernah malu tinggal di desa. Tinggal di desa bukan penghalang bagi kita untuk terus berbuat dan memiliki cita-cita yang tinggi.”
Pesan tersebut kemudian menjadi semangat bersama masyarakat:
“Desa Bukit Baru juga bisa.”
Atau dalam ungkapan yang lebih akrab di telinga masyarakat setempat:
“Desa Bukit Baru Bisa Tonji’.”
Dari Perlombaan, Tumbuh Persaudaraan
Rangkaian kegiatan sejak 10 Agustus hingga puncaknya pada 17 Agustus menunjukkan bahwa kemerdekaan tidak hanya dirayakan melalui seremoni.
Perlombaan yang melibatkan masyarakat dari lima dusun—Pakatambu, Bukit Baru, Woropokko, Salobongko, dan Kasisi—menjadi wadah mempererat silaturahmi dan memperkuat rasa persaudaraan.
Anak-anak belajar tentang keberanian dan sportivitas. Pemuda menunjukkan semangat kompetisi yang sehat. Orang tua dan tokoh masyarakat hadir memberikan dukungan. Semua berbaur dalam suasana penuh kebersamaan.
Dari perlombaan itu lahir lebih dari sekadar juara. Yang tumbuh adalah rasa memiliki terhadap desa dan kebanggaan sebagai bagian dari masyarakat Bukit Baru.
Desa Gula Merah yang Menuliskan Sejarahnya Sendiri
Tahun 2007 menjadi tonggak penting ketika Bukit Baru ditetapkan sebagai desa definitif. Namun, 17 Agustus 2026 akan dikenang sebagai hari ketika masyarakat untuk pertama kalinya menggelar upacara kemerdekaan secara bersama-sama di tingkat desa.
Karena itu, rangkaian kegiatan 10–17 Agustus 2026 bukan sekadar perayaan HUT ke-81 Republik Indonesia.
Ini adalah kisah tentang sebuah desa yang merayakan kemerdekaan dengan semangat kebersamaan, persaudaraan, dan cinta tanah air.
Desa Bukit Baru mungkin jauh dari hiruk-pikuk perkotaan.
Namun pada hari itu, Merah Putih berkibar gagah di tanah Bukit Baru.
Dari desa, nasionalisme tetap tumbuh.
Dari desa, persaudaraan tetap terjaga.
Dan dari Desa Gula Merah Bukit Baru, semangat untuk terus berbuat bagi Indonesia terus menyala.
17 Agustus 2026 menjadi saksi: Desa Bukit Baru telah mengukir sejarahnya sendiri.
