Kolaka Tengah– Masyarakat Kabupaten Kolaka dalam beberapa hari terakhir menghadapi kelangkaan Bahan Bakar Minyak (BBM) yang disertai kenaikan harga di sejumlah titik penjualan. Kondisi tersebut memicu keresahan karena berdampak langsung terhadap aktivitas sehari-hari serta perekonomian masyarakat.

Berdasarkan pantauan di sejumlah Stasiun Pengisian Bahan Bakar Umum (SPBU) dan lokasi penjualan eceran, antrean kendaraan terlihat mengular setiap hari. Warga harus berpindah dari satu lokasi ke lokasi lainnya untuk mencari BBM yang masih tersedia.

Sejumlah masyarakat mengaku harus menunggu selama berjam-jam untuk mendapatkan bahan bakar. Bahkan, tidak sedikit yang terpaksa pulang dengan tangan kosong setelah stok BBM di lokasi yang didatangi telah habis. Di beberapa SPBU, pembelian BBM juga diberlakukan pembatasan guna mengantisipasi cepat habisnya persediaan.

Selain kelangkaan, masyarakat juga mengeluhkan kenaikan harga BBM yang terjadi di tingkat pengecer. Kondisi tersebut dinilai semakin membebani masyarakat, terutama pengendara, sopir angkutan, pelaku usaha mikro, petani, nelayan, hingga pedagang kecil yang sangat bergantung pada ketersediaan BBM untuk menjalankan aktivitas ekonomi.

Kelangkaan BBM turut memicu berbagai dampak di tengah masyarakat. Biaya transportasi mengalami peningkatan, sementara harga sejumlah kebutuhan pokok mulai terdampak akibat naiknya biaya distribusi. Selain itu, banyak warga kehilangan waktu produktif karena harus mengantre dalam waktu lama untuk memperoleh BBM. Pelaku usaha kecil pun mulai merasakan meningkatnya biaya operasional yang berpotensi menekan pendapatan mereka.

BBM merupakan salah satu kebutuhan strategis yang menjadi penopang mobilitas masyarakat dan aktivitas perekonomian daerah. Apabila kondisi kelangkaan berlangsung dalam waktu lama tanpa penanganan yang cepat, dikhawatirkan dapat memperlambat perputaran ekonomi serta menambah beban masyarakat.

Masyarakat Kabupaten Kolaka berharap pemerintah, Pertamina, dan seluruh pihak terkait segera mengambil langkah konkret untuk mengatasi persoalan tersebut. Upaya yang diharapkan antara lain memastikan pasokan BBM kembali normal, memperlancar distribusi hingga ke seluruh wilayah, serta menjaga harga tetap sesuai dengan ketentuan yang berlaku.

Dengan tersedianya pasokan BBM secara memadai, masyarakat berharap aktivitas ekonomi dan pelayanan transportasi di Kabupaten Kolaka dapat kembali berjalan normal tanpa dibayangi kelangkaan maupun lonjakan harga bahan bakar.