Sidenreng Rappang - Mahasiswa Kuliah Kerja Nyata Profesi Kesehatan (KKN-PK) Angkatan 69 Universitas Hasanuddin (Unhas) melaksanakan Program GERAI (Gerakan Ergonomi Petani): Optimalisasi Postur Kerja Petani Melalui Edukasi Ergonomi di Desa Anabannae, Kecamatan Pitu Riawa, Kabupaten Sidenreng Rappang, Sabtu (1/8/2026).
Kegiatan yang berlangsung di rumah Bapak Munawir selaku Ketua BPD di Dusun II Ponrawe ini diikuti oleh 39 peserta yang terdiri atas Ketua dan anggota kelompok tani Desa Anabannae. Program ini bertujuan meningkatkan pengetahuan dan kesadaran petani mengenai pentingnya penerapan postur kerja yang ergonomis untuk mencegah gangguan muskuloskeletal akibat aktivitas bertani.
Program GERAI dilaksanakan melalui penyampaian materi mengenai konsep dasar ergonomi, faktor risiko gangguan muskuloskeletal, serta pentingnya penerapan postur kerja yang benar dalam setiap aktivitas pertanian.
Mahasiswa juga mendemonstrasikan teknik mencangkul, menanam, memanen, mengangkat, dan membawa hasil panen sesuai prinsip ergonomi, kemudian mengajak peserta mempraktikkannya secara langsung.
Kegiatan dilanjutkan dengan sesi diskusi dan tanya jawab mengenai permasalahan postur kerja yang sering dialami petani serta pembagian leaflet sebagai media edukasi yang dapat dipelajari kembali di rumah. Program ini merupakan bentuk upaya promotif dalam meningkatkan keselamatan dan kesehatan kerja petani sekaligus mendukung pencapaian Sustainable Development Goals (SDGs) poin 3, yaitu Kehidupan Sehat dan Sejahtera.
Salah satu peserta, Bapak Faisal, mengapresiasi pelaksanaan kegiatan tersebut.
"Programnya bagus sekali. Sangat bermanfaat dan bisa diterapkan," ujarnya.
Antusiasme peserta terlihat selama kegiatan berlangsung, terutama pada sesi demonstrasi dan praktik langsung yang memberikan kesempatan kepada petani untuk memahami penerapan postur kerja yang benar dalam aktivitas sehari-hari.
Melalui kolaborasi antara mahasiswa KKN-PK, Ketua BPD, serta Ketua dan anggota kelompok tani, Program GERAI diharapkan mampu meningkatkan kesadaran petani terhadap pentingnya ergonomi sehingga dapat mengurangi risiko gangguan muskuloskeletal, menjaga kesehatan kerja, serta mendukung produktivitas pertanian di Desa Anabannae.
