JAKARTA – Indeks Harga Saham Gabungan (IHSG) mengakhiri perdagangan Selasa (13/10/2026) di zona merah. Meski tekanan pasar berkurang dibandingkan kondisi pada awal perdagangan, indeks saham acuan Indonesia tetap mengalami pelemahan di tengah pergerakan sektoral yang beragam.
Mengutip data RTI Business yang diberitakan Liputan6.com, IHSG ditutup turun 0,17 persen ke level 5.925,97. Sementara itu, indeks LQ45 melemah 0,29 persen menjadi 589,19.
Sepanjang perdagangan, IHSG bergerak pada rentang 5.828,67 hingga 5.930,08. Pergerakan tersebut memperlihatkan fluktuasi pasar yang cukup lebar sebelum indeks mengakhiri sesi perdagangan.
Dari keseluruhan saham yang diperdagangkan, sebanyak 336 saham menguat, 290 saham melemah, sedangkan 168 saham lainnya tidak mengalami perubahan harga.
Sektor Teknologi Tertekan
Tekanan Pasar Berkurang Menjelang Penutupan
Sektor teknologi menjadi salah satu perhatian dalam perdagangan kali ini karena mengalami koreksi paling dalam. Tekanan pada sektor tersebut terjadi ketika sebagian sektor lain mulai menunjukkan penguatan.
Pada perdagangan sesi pertama, sektor teknologi tercatat turun 1,23 persen. Pelemahan turut terjadi pada sejumlah sektor lain, termasuk keuangan dan konsumen nonprimer. Sebaliknya, sektor energi dan properti sempat menunjukkan penguatan.
Perbedaan arah pergerakan antarsektor menggambarkan kondisi pasar yang tidak seragam. Penguatan sejumlah saham belum cukup untuk membawa IHSG kembali ke zona positif hingga penutupan perdagangan.
Pelemahan IHSG pada penutupan perdagangan lebih kecil dibandingkan tekanan yang terjadi pada pagi hari. Pada awal perdagangan, indeks sempat turun hingga meninggalkan level 5.900 sebelum berangsur membaik.
Pergerakan rupiah terhadap dolar Amerika Serikat serta perkembangan sentimen pasar menjadi faktor yang turut dicermati pelaku pasar. Namun, perubahan indeks dalam satu hari perdagangan belum cukup untuk memastikan arah pasar pada sesi berikutnya.
Pelaku pasar perlu mencermati perkembangan nilai tukar, pergerakan bursa regional, serta kinerja masing-masing sektor untuk memahami dinamika perdagangan selanjutnya.
